Cerita Relawan jadi Penyintas Lombok

| | Berita,Umum | views

Juli 2018 gempa mengguncang bumi lombok secara terus menerus, banyak hati yang tergerak untuk terjun langsung membantu para penyintas di Lombok, salah satunya adalah Prapti Leguminosa (Egum). Wanita kelahiran Lombok ini tergerak hatinya untuk kembali ke tanah kelahirannya. Dengan mengantongi izin pihak universitas tempat Ia bekerja sebagai dosen saat itu Egum pun mengambil cuti sementara untuk membersamai para penyintas gempa di Lombok.

Memiliki background sebagai seorang psikolog, Egum pun bergabung dengan tim Psychological First Aid (PFA) Dompet Dhuafa selama 3 pekan di masa respon bencana Lombok. Saat Egum akan kembali ke Jawa Tengah tempatnya bekerja, gempa besar kembali mengguncang Lombok yang berpusat di Lombok Timur. Di sanalah Egum merasakan menjadi relawan sekaligus penyintas, rumahnya pun tidak luput dari kerusakan parah. Setelah kejadian tersebut Egum memutuskan untuk tinggal di Lombok membersamai keluarganya, memberikan support untuk masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Egum kembali ke Jawa Tengah berpamitan dan memilih resign dari pekerjaannya sebagai dosen. Egum tergerak hatinya untuk fokus membersamai keluarga dan para penyintas gempa bumi di Lombok.

“Dalam kondisi seperti ini, acap kali (kita) dihadapkan pada dua pilihan. Memikirkan diri sendiri saja atau meletakkan sejenak beban/masalah (pribadi) lalu mengupayakan sebaik yang kita mampu untuk kepentingan bersama. Biarkan saja Allah yg menggenapkan” tutur Egum ditengah ujian hidup yang sedang dihadapi.

Di masa recovery ini, Egum bergabung bersama Tim Kesehatan Dompet Dhuafa. Egum memberikan layanan psikologis dan kegiatan-kegiatan pemberdayaan untuk para penyintas. Salah satu aktivitas yg dilakukan bersama tim yakni, berkebun sebagai healing lanjutan. “Aktivitas berkebun bisa mereduksi stres, dengan aktivitas berkebun secara berkelompok penyintas punya ruang untuk saling mensupport dan saling menguatkan”.

Egum bersinergi dengan tim medis untuk memberikan layanan psikologis seperti konseling individu, konseling kelompok, psikoedukasi, dan berbagai kegiatan pemberdayaan lainnya. Egum juga terlibat dalam program-program tim Kesehatan Dompet Dhuafa seperti program Kebun Sehat Keluarga, Program Gizi, serta Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *