Berita

Saat Bencana menghancurkan rumah, ketika itu Kepedulian pun datang

JAKARTA, Bencana kembali melanda Indonesia, mulai dari erupsi gunung sinabung, banjir purworejo, banjir manado, dan banjir Jakarta. Banyak rumah yang hancur akibat bencana itu, banyak keluarga yang kehilangan harta benda bahkan ada yang kehilangan orang terkasih nya. Ketika itu kepedulian dari sesama pun banyak yang datang. Salah satu nya adalah dari para volunteer dompet dhuafa, mereka dengan rela dan ikhlas menghabiskan waktu nya untuk membantu sesama saudara nya yang terkena bencana. 

Berikut beberapa motivasi dan testimoni dari para teman-teman volunteer yang ikut aksi #IndonesiaSiapSiaga di #BanjirJakarta. Fajar (20), "dunia anak-anakk adalah dunianya bermain tapi akibat banjir menerjang Jakarta anak-anak kehilangan tempat bermainnya oleh karena itu saya bersama DDV menyambangi posko-posko pengungsian banjir di daerah Jakarta untuk menghibur adik-adik yang ada disana mulai dari mengenal anggota tubuh sampai dengan menceritakan dongeng-dongeng yang membangkitkan kebahagiaan adik-adik di posko pengungsian. Aktivitas sekolah ceria yang ada di posko-posko pengungsian dompet dhuafa memberikan pelajaran kepada diri saya tentang bagaimana caranya tersenyum walau didera musibah. Setiap hari bertemu dengan orang-orang yang terkena musibah menjadikan motivasi tersendiri bagi hidup saya, menjadikan saya harus bersabar dan bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah kepada saya. Motivasi yang paling mendasar yang membuat saya selalu ingin melakukan aksi di sana adalah ingin berbagi kebahagiaan kepada mereka agar mereka melupakan sejenak penderitaan yang saat ini mereka rasakan".

Dede (22) volunteer yang merasakan pergantian usia nya di posko banjir STIE Nusantara Cawang, menurut Dede "ini adalah milad yang sangaaat istimewa dan terindah bagi nya, karena bisa berbagi kepada saudara-saudara yang membutuhkan pertolongan". Anindyah (24) "bergabng dan aktif mengikuti kegiatan-kegiatan kemanusiaan dengan DDV banyak memberi manfaat terutama terhadap diri saya sendiri. Disini saya banyak belajar ketrampilan baru, belajar memahami hidup lebih luas, dan berlajar menjadi manusia yang bermanfaat bagi sekitar. Saat banjir melanda ibukota saya dan teman-teman DDV beberapa kali mengisi posko-posko untuk membantu  dapur umum dan trauma healing.Ya, kegiatan tersebut puntelah mengajarkan saya bahwa "bahagia itu sederhana, bahagiakanlah sesama"".

Fiqri (22) "menjadi DDV adalah panggilan jiwa, karena pada hakikatnya setiap orang mempunyai sifat Rohman dan Rohimnya Sang Pencipta, hal lain yang mendasari kenapa mau terjun berhari-hari di posko banjir hanyalah semata-mata mengharapkan keridhoan-Nya, dan membuat adik-adik di pengungsian merasa bahagia, walaupun sifatnya sejenak, yang aku tahu hati ini tentram dan tenang saat melihat keceriaan mereka. Karena mimpiku sederhana, "membuat Indonesia ini tersenyum".

Berikut foto-foto aksi #IndonesiaSiapSiaga #BanjirJakarta teman-teman volunteer: